Selamat beraktifitas
Avatar

Maifil Eka Putra

Vcard Download vCard   what is this?
Rss_icon

Recent Activity


Filter by:
All
  • Langka : Pengobatan Gratis untuk Dhuafa
    10 tahun sudah LKC-DD berdiri, sudah lebih 90.000 dhuafa yang diberikan pelayanan kesehatan secara gratis.
    From: maifil
    Views: 0
    0 ratings
    Time: 08:15 More in Nonprofits & Activism
  • LKC Award untuk Dokter Spesialis-
    Dr Asti Praborini, SpA, IBCLC telah mengabdi lebih 150 jam di LKC-DD dan aktif mengkapanyekan ASI
    From: maifil
    Views: 0
    0 ratings
    Time: 01:07 More in Nonprofits & Activism
  • LKC Award untuk Relawan Dokter Spesialis
    Dokter spesialis yang menyumbangkan tenaganya lebih 150 jam untuk melayani kesehatan dhuafa
    From: maifil
    Views: 0
    0 ratings
    Time: 01:07 More in People & Blogs
  • Penyuluhan ASI LKC-Dompet Dhuafa di 21 Kota di Indonesia
    Peringati Hari Kartini, 21 April 2011, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) hari ini gelar penyuluhan ASI di 21 Kota di Indonesia secara serentak. Langkah ini dilakukan untuk memotivasi kaum ibu agar dapat memiliki anak yang berkualitas, sehat dan terbebas dari gizi buruk.
    From: maifil
    Views: 39
    1 ratings
    Time: 04:25 More in Nonprofits & Activism
  • Nestapa Mantan Wartawan Istana

    Dua bulan yang lalu, (29/3) handphone dengan nomor Simpati-ku berdering, dari ujung telepon aku diperintahkan langsung oleh Direktur Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) dr. Yahmin Setiawan, MARS untuk menindaklanjuti sebuah “Panggilan Darurat Kemiskinan” (PDK) — begitu kami memanggilnya kalau ada yang membutuhkan bantuan segera terhadap penyakit yang diderita kaum dhuafa– Aku dan tim diperintahkan meluncur segera ke sebuah rumah di Cimanggis, Depok.

    melaluiTelkomsel – Kompetisi Blog Paling Indonesia.


  • Seks Pertama Membawa Duka | News | lkc.or.id

    Peringatan bagi kaum perempuan, khususnya remaja putri, jangan sampai perawan hilang sebelum menikah, karena hal itu akan menghantui emosi selamanya.Debut penelitian seks remaja yang dirilis Penn State University dalam Journal of Adolescence, April lalu menyebutkan, seks pertama akan menimbulkan berbagai adukan emosi. Kecenderungan kaum wanita akan bersedih karena keperawanannya hilang setelah melakukan hubungan seks pertama, khususnya jika dilakukan sebelum menikah.

    melaluiSeks Pertama Membawa Duka | News | lkc.or.id.


  • Positive Deviance oleh LKC Dompet Dhuafa 2010
    Rehabilitasi Gizi Kurang di Desa Gobang dan Rabak, Rumpin, Bogor oleh LKC Dompet Dhuafa
    From: maifil
    Views: 0
    0 ratings
    Time: 06:17 More in Nonprofits & Activism
  • TB Day LKC Dompet Dhuafa tahun 2011
    aktivitas LKC-DD memberantas TB di Indonesia
    From: maifil
    Views: 3
    0 ratings
    Time: 05:49 More in Howto & Style
  • Dhuafa Oh Dhuafa

    Sedih memang melihat orang-orang dhuafa dan tak berpunya, ketika ia didera musibah seperti sakit misalnya. Sekilas pandang begitu memilukan dan memerihkan melihatnya. Namun tidak bagi mereka sendiri, kesusahan bagi mereka sudah biasa, kepedihan bagi mereka sudah hal yang lumrah. Air mata sudah mengering hanya menggumpal di dada.

    Lihatlah ketika ia terkapar dan tak berdaya, mereka kebanyakan pasrah dengan yang diderita, meski rintih demi rintihan mengisi hari-hari mereka tetap bertahan. Kendatipun pemerintah sudah memberikan obat gratisan untuk para kaum papa ini dengan program jaminan kesehatan masyarakat, kebanyakan kaum tak berpunya tetap takut mempergunakannya. Meski pelayanan gratis, tapi ongkos berangkat ke rumah sakit tetap bayar dan di sana tidak tahu bagaimana cara mempergunakan jamkesmas itu. Dan banyak lagi yang ada dibenaknya sehingga membuat ia tidak berani untuk mempergunakan fasilitas itu.

    Sampailah ia pada titik parah, di sana mereka mengalah, baru kasak-kusuk cari bantuan sini dan sana. Akhirnya dapat informasi Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) di sini mereka dapat pelayanan dan pendampingan, bahkan bimbingan rohani. Bagi yang masih diridhoi Allah karena penyakitnya, ia tertolong dan sembuh, bahkan ada yang butuh rawatan yang cukup lama, tapi LKC tetap setia.

    Karena itu LKC menjadi beruntung adanya para dermawan yang menjadi mitra, sehingga para dhuafa ikut bahagia, terbebas dari penyakit yang mendera. Karena itu mari bersama berbuat sesuatu untuk kaum papa. Mungkin mereka tak akan berterima kasih kepada Anda, tapi Allah akan selalu mencatatnya.

    *bravo http://www.lkc.or.id

  • Mengajak Blogger Home Care

    Badannya kurus, kulitnya mulai hitam dan mengering, matanya buta sejak usianya sebelas tahun, badannya mati sebelah, kedua kakinya mengecil, nafsu makannya berkurang, belakangan ini dia tak tahan lagi menahan rasa sakit yang begitu hebat, bahkan darah kerapkali keluar dari pori-pori kepalanya. Ibundanya, Iriyani setia menemani gadis belia ini selama 14 tahun dia didera sakit. Adalah Nurul, yang punya nama lengkap Nurul Hikmah salah seorang pasien member LKC yang tinggal Jl. Al-Busyro, Rt 04/01, Desa Citayam, Kota Depok ini mengalami sakit berat yang berkepanjangan.

    CERITA LAIN, hidup sebatang kara di rumah kontrakan 1 kamar yang berukuran sempit. Isteri tercinta sudah tiada, anak satu-satunya juga sudah menikah dan dibawa suaminya. Hidup sehari-hari mengumpul sayur yang terbuang di pasar. Sayur yang terkumpul sebagian dijual dan sebagian lagi dikonsumsi. Pergi ke pasar mengunggunakan sepeda. Kondisi pisik; mata agak rabun dan mengidap penyakit TBC. Setiap kali kambuh dirawat di LKC. Ia adalah Sarmin, warga Kampung Sawah, Ciputat.

    Baik Nurul maupun Sarmin adalah member LKC yang tahun ini terpilih untuk dikunjungi menyambut Ramadhan 1431 H. Bagi para blogger yang ingin ikut dapat berkumpul di LKC besok, 10 Agustus 2010. Dengan terlebih dahulu mengirimkan konfirmasi ke panitia lewat kommen di blog ini.

  • Nurul Tidur Berlantaikan Tanah, Sarmin Tidur Bersama Sampah

    nurulwebthumbMenyambut Ramadhan 1431 H, LKC Dompet Dhuafa mengunjungi pasien yang tidak bisa dilayani di klinik LKC lewat program Home Care ke rumah pasien. Kali ini Selasa (10/8/2010) yang mendapat kunjungan adalah Nurul Hikmah, 24 tahun, di Citayam dan Sarmin, 55 tahun, di Sawah Lama, Ciputat.

    Di rumah pasien Nurul yang menderita kanker otak sejak kecil, tim LKC mendapati Nurul sedang terbaring di kasur yang ditaruh di atas lantai tanah di rumahnya. Nurul kelihatan gembira dengan kedatangan tim LKC. Ia merasa mendapat kunjungan saudara, maklum Nurul sudah sejak umur 11 tahun menjadi pasien dan member LKC.

    Akibat kanker otak yang mendera Nurul, apabila malam tiba terkadang dari pori-pori kepala Nurul, menyemburkan darah. Hal ini dikarenakan rasa sakit yang tidak terperikan.

    Nurul menikmati rasa sakit itu dengan kalimat talbiyah. Ia tidak henti melafazkan nama Allah dan memohon kesembuhan atas penyakitnya. Ia menyatakan tidak akan pernah menangis dengan rasa sakitnya. Ia pun tidak akan menyerah.

    Menurut Nurul, ia pernah ingin berputus asa atas penyakit yang dideritanya, tapi setelah dia renungkan lebih dalam, ia bersikap untuk apa berputus asa. Toh, semua sudah kehendak Allah SWT, akhirnya Ia dapat ikhlas menerima kenyataan. Bahkan dia bersyukur dengan setiap sakitnya ia dapat semakin dekat dengan Allah SWT.

    Lain Nurul, lain pula Sarmin, 55 tahun, ia seorang lelaki sebatang kara yang tinggal di sebuah rumah petak 2×3 peninggalan bapaknya. Di sebelah rumahnya tinggal adiknya yang tidak jauh beda dengan kondisinya. Dinding rumah Sarmin bersebelahan dengan kamar mandi dan WC bersama.

    Di dalam rumahnya Sarmin istirahat dengan sampah-sampah dan barang bekas yang dikumpulkannya. Sirkulasi udara jangan disebut, ada memang sebuah jendela di depannya tapi itupun tertutup oleh tumpukan sampah plastik yang belum sempat dijualnya. Jendela itupun penuh debu tebal dan menghitam karena asap. Agaknya Sarmin sudah lama tidak membersihkannya.

    Di dalam rumah Sarmin, udara terasa panas dan sumpek karenanya, hanya sebuah gitar tua dan sebuah radio yang menjadi temanya sehari-hari. Kedua alat itu dia nikmati sepulang ia berkerja sebagai pengumpul sayuran di Pasar Ciputat. Setiap habis subuh Sarmin berangkat ke pasar, setelah pasar pagi usai Ia mulai beraksi mengumpulkan cabe dan sayur yang tercecer. Hasilnya sebagian dijual dan dikonsumsi sendiri. Selain sayuran, botol air mineral bekas dan plastik lainnya juga menjadi incarannya.

    Setelah setengah hari berkerja Sarmin kembali ke rumahnya untuk memilah dan memilih hasil kumpulannya. Kalau sudah banyak dia baru menjualnya. Setiap hari itulah yang dilakukan Sarmin untuk bertahan hidup.

    Bisa jadi , karena dia hidup di lingkungan yang sumpek seperti itu menyebabkan ia menderita TBC. Dan sesak napasnya sering kambuh, karena itu pula ia selalu bolak-balik berobat ke LKC, apabila penyakitnya kambuh dan obatnya habis.

    Sarmin sudah 4 kali menikah dan sudah 4 kali juga berpisah. Ada berpisah karena tidak tahan hidup dengan Sarmin ada juga karena memang Allah yang menjemputnya. Dari 4 kali pernikahannya dia hanya mendapat anak 1 orang anak laki-laki dan kini juga sudah memiliki 2 anak.

    Anak itu hasil pernikahan Sarmin dengan gadis Depok, namun sayang jodohnya juga tidak panjang. Setelah anaknya lahir ia pun dipisahkan oleh Allah SWT. Kini yang menjadi hiburan Sarmin adalah 2 orang cucunya yang berumur 4 tahun dan 2 tahun.

    Karena jarak rumahnya tidak jauh dari rumah Sarmin, hampir setiap hari ia sempatkan melihat dan membawa kue kesayangan cucunya. Tapi sebaliknya, bapak dari cucunya itu yang nota bene adalah anak kandungnya tidak pernah mampir ke rumah Sarmin, meskipun Sarmin sering sakit-sakitan. Karena itulah Sarmin mengenang nasibnya sendiri di rumah kecilnya itu.

    Selain kunjungan ke rumah pasien, tim LKC Dompet Dhuafa Iwan (Kepala Fundrising), Maifil (Staf Corsec), Mamat (Sopir), Salim (Surveyor) dan 4 orang relawan tidak lupa menyerahkan paket sembako dan uang sekadarnya untuk modal ramadhan bagi Nurul dan Sarmin.

    Nantinya kegiatan homecare ini akan berlanjut dengan santunan sembako untuk 100 member LKC lainnya yang aktif dalam pengajian member dan ta’jil untuk buka puasa pagi keluarga dan pasien yang dirawat di LKC.

    Tulisan ini juga dimuat di LKC.OR.ID

  • Bahaya Anda Mengenal LKC

    Kalau Anda belum kenal LKC, sebaiknya Anda berpikir jauh sebelumnya. Mungkin juga Anda harus melihat ke dalam diri Anda, sejauh apa Anda siap untuk mengenalnya.

    Layanan Kesehatan Cuma-Cuma yang disingkat LKC ini, berada di kawasan Mega Mall Ciputat, Tangerang Selatan. Ia berupa klinik yang melayani kesehatan para kaum dhuafa dan orang-orang miskin yang terpinggirkan di negeri ini. Ia orang-orang susah yang di pandang sebelah mata oleh banyak pihak.

    Karena itu kalau Anda mengenalnya, Ini sangat berbahaya bagi Anda. Jika Anda mengenal LKC, saya takut keangkuhan dan kesombongan Anda akan hancur di sini. Nurani Anda akan luluh, karena melihat bagaimana orang-orang yang berkekurangan dilayani dengan ikhlas dan gratis di sini.

    Mereka yang papa dan berkekurangan, sakitnya selalu ditahan-tahan karena takut berurusan dengan administrasi rumahsakit atau takut berurusahan dengan bayarannya. Akhirnya sakit semakin parah dan gawat baru dilarikan ke LKC.

    Di LKC tidak perlu tanya-tanya lagi, mereka dirawat terlebih dahulu kemudian proses kememberannya baru diselesaikan kemudian. Jika klinik LKC tidak mampu menanganinya, pasien tersebut akan dirujuk rumah sakit lain dengan biaya dan pendampingan dari LKC.

    Kalau Anda datang ke LKC dan menyaksikan langsung bagaimana pasien-pasien dari keluarga miskin ini dirawat, saya pun takut air mata Anda akan menetes, hati Anda akan bergetar. Jika tidak terjadi hal-hal yang demikian, berarti Anda bukanlah orang yang perlu saya khawatirkan.

    Nah kalau melihat hal demikian Anda tepanggil untuk berdonasi membantu penyembuhan para dhuafa yang sedang ditimpa cobaan dari Yang Kuasa ini, suatu hal yang akan Anda rasakan adalah bantuan Anda benar-benar menyelamatkan Nyawa sesama.

    Jika yang Anda bantu dipergunakan untuk mengobati seorang Ayah, maka donasi Anda sudah membantu seorang hamba untuk kembali bisa menafkahi isteri dan anak -anaknya.

    Jika Si Ayah tadi berumur panjang, donasi Anda benar-benar sudah menyelamatkan satu keluarga yang mungkin saja nanti juga dikaruniakan keturunan yang banyak. Itulah manfaat donasi Anda itu yang bukan saja menyalamatkan satu orang tapi bisa beribu-ribu orang.

    Bahaya lain, bisa jadi donasi Anda tidak saja dipergunakan untuk kesembuhan para dhuafa, tapi mampu pula untuk menyelamatkan ratusan dan ribuan  manusia lain di pengungsian karena bencana seperti di Pakistan, Palestina dan Tanah Karo serta bencana lain yang pantas dibantu. Kendatipun bantuan utama adalah dipergunakan untuk kesehatan para dhuafa.

    Hal lain, donasi Anda akan menyelamatkan diri Anda sendiri dari Api Neraka, karena bantuan ini akan dicatat khusus oleh malaikatnya Allah. Apalagi ketika Anda berdonasi di Bulan Ramadhan yang keberkahannya sudah teruji.

    Bisa saja Allah akan melipatkan gandakan nilai infaq, sedekah dan wakaf yang anda berikan ke LKC. Anda pun dapat menikmatinya di dunia dan di akhirat nanti.

    Kalau Anda masuk surga dengan amalan yang berlimpah, atau Anda mendapat balasan dengan diberikannnya limpahan rahmat di dunia ini, apakah ini suatu yang perlu saya khawatirkan? Menurut Anda bahayakah  Anda mengenal dan berkasih mesra dengan LKC?

    *Tulisan ini juga dimuat di http://maifil.wordpress.com

  • Peringati Hari Kartini LKC-DD Penyuluhan di 21 Kota Indonesia | News | lkc.or.id

    CIPUTAT – Peringati Hari Kartini, 21 April 2011, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa LKC-DD hari ini gelar penyuluhan ASI di 21 Kota di Indonesia secara serentak. Langkah ini dilakukan untuk memotivasi kaum ibu agar dapat memiliki anak yang berkualitas, sehat dan terbebas dari gizi buruk.

    melaluiPeringati Hari Kartini LKC-DD Penyuluhan di 21 Kota Indonesia | News | lkc.or.id.


  • Emergency Response Medic ERM LKC-DD untuk Gizi Buruk di Padasuka | News | lkc.or.id

    Secarik kertas print out mailinglist Kader Kota Tangerang, Jumat 15/4/2011 mengabarkan tentang nasib dari keluarga miskin di Padasuka yang ditemui oleh Anggota Legislatif dari Fraksi PKS Propinsi Banten Sanuji Pentamarta yang reses ke kawasan tersebut beberapa hari sebelumnya.Surat elektronik itu menyatakan bahwa ada sebuah rumah milik Samin dan Asiah, yang di sana juga tinggal anaknya Sanah dengan kedua anaknya Hasanuddin dan Sanuri yang tengah mengalami gizi buruk. Sementara seluruh anggota keluarga juga dalam kondisi sakit. Mereka tinggal di rumah gubuk kecil yang tidak layak huni, yang juga menurut anggota dewan tersebut, ditenggarai sebagai keluarga paling miskin yang pernah ia temui selama 12 tahun ini.

    melaluiEmergency Response Medic ERM LKC-DD untuk Gizi Buruk di Padasuka | News | lkc.or.id.


  • MENGISI DETIK WAKTU | Mengambil Hikmah dari Kejadian

    Secarik kertas print out mailinglist Kader Kota Tangerang, Jumat 15/4/2011 mengabarkan tentang nasib dari keluarga miskin di Padasuka yang ditemui oleh Anggota Legislatif dari Fraksi PKS Propinsi Banten Sanuji Pentamarta yang reses ke kawasan tersebut beberapa hari sebelumnya.Surat elektronik itu menyatakan bahwa ada sebuah rumah milik Samin dan Asiah, yang di sana juga tinggal anaknya Sanah dengan kedua anaknya Hasanuddin dan Sanuri yang tengah mengalami gizi buruk. Sementara seluruh anggota keluarga juga dalam kondisi sakit. Mereka tinggal di rumah gubuk kecil yang tidak layak huni, yang juga menurut anggota dewan tersebut, ditenggarai sebagai keluarga paling miskin yang pernah ia temui selama 12 tahun in

    melaluiMENGISI DETIK WAKTU | Mengambil Hikmah dari Kejadian.


    Filed under: pengalamanku
    9 months on
    yang terkatakan
  • Surat Bu Dian dari Subang : “Pernah Terpikir untuk Bunuh Diri Bersama” | News | lkc.or.id

    Di tengah kesibukan sore menjelang jam kantor tutup, seorang bapak sembari menggandeng anaknya menghampiri ruang manajemen Layanan Kesehatan Cuma-cuma, Dompet Dhuafa LKC-DD. Dengan terbata-bata ia menyerahkan sebuah buku tulis, yang diterima oleh Manager Umum LKC-DD Asep Hendriana.

    melaluiSurat Bu Dian dari Subang : “Pernah Terpikir untuk Bunuh Diri Bersama” | News | lkc.or.id.


  • muhasabahcinta
    lagu yang mengalahkan Udin Sedunia dan Gayus Tambunan
    From: maifil
    Views: 4
    0 ratings
    Time: 04:06 More in Entertainment
    10 months on
    Uploads by maifil
  • LKC-DD Penyuluhan TB di Jambi | News | lkc.or.id

    JAMBI – Pelaksanaan Penyuluhan TB Massal di 10 Kota di Indonesia sudah dilaksanakan oleh Tim LKC Dompet Dhuafa di Propinsi Jambi, tepatnya di Danau Sipin, Telanai Pura, Kota Jambi. Dihadiri oleh 104 peserta.

    melaluiLKC-DD Penyuluhan TB di Jambi | News | lkc.or.id.


    10 months on
    KISAH KISAH DI LKC
  • Bulan Ini LKC-DD Resmikan 2 Pos Sehat Lagi | News | lkc.or.id

    CIPUTAT – Menyusul diresmikannya Pos Sehat Ad Dakwah di Sukabumi (26/2) dan Pos Sehat IKPT di Pancoran, (12/2010) lalu, segera pula diresmikan Pos Sehat Baitul Ihsan, Bank Indonesia di Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, (25/3) dan Pos Sehat Pos Sehat LAZ ISa , Cileduk (27/3). Peresmian diikuti dengan pengobatan gratis untuk masyarakat lingkungan pos sehat tersebut.

    melaluiBulan Ini LKC-DD Resmikan 2 Pos Sehat Lagi | News | lkc.or.id.


    10 months on
    KISAH KISAH DI LKC
  • Peringati Hari TB LKC-DD Penyuluhan Massal 10 Kota Se-Indonesia | News | lkc.or.id

    CIPUTAT – Memperingati Hari TB Se-Dunia (World TB Day) yang jatuh pada tanggal 24 Maret 2011, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan secara maraton sejak 21 s.d 26 Maret 2011.

    Kegiatan tersebut berupa Penyuluhan Massal TB di 10 kota di Indonesia (Kota Tangerang, Jakarta, Tangerang Selatan, Palembang, Makasar, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, Bandung, dan Jambi), Lomba Penyuluhan Kader Sehat TB, Talkshow Hari TB dunia dengan tema ” Zakat Untuk Berantas Tuntas TB Di Indonesia ” dan Talkshow Tentang TB secara serentak di 3 Stasiun Radio di Bekasi.

    melaluiPeringati Hari TB LKC-DD Penyuluhan Massal 10 Kota Se-Indonesia | News | lkc.or.id.


    10 months on
    KISAH KISAH DI LKC
  • Terkontaminasi atau Tidak, Susu Formula Sangat Berisiko untuk Bayi | News | lkc.or.id

    CIPUTAT – Apakah terkontaminasi Bahteri Sakazaki atau tidak, pemberian susu formula untuk bayi sejak dini sangat berisiko terhadap bayi akan terinfeksi berbagai kuman yang masuk ke tubuh bayi, terutama ketika memproses susu formula itu mulai dikeluarkan dari kemasan hingga diminum si bayi. Berbeda dengan Air Susu Ibu (ASI) yang terjamin dari terkontaminasi bahteri apapun.

    melaluiTerkontaminasi atau Tidak, Susu Formula Sangat Berisiko untuk Bayi | News | lkc.or.id.


    11 months on
    KISAH KISAH DI LKC
Next page