Selamat beraktifitas
Avatar

Maifil Eka Putra

Vcard Download vCard   what is this?
Rss_icon

Recent Activity


Filter by:
All
  • Puiih, Lupa Dia!

    Terdengar kabar tentang gedung baru DPR menelan biaya yang tidak sedikit. Luar biasa, kata siaran TV diharapkan media dan rakyat tidak menghubungkan dengan kemiskinan.

    Sungguh permintaan yang di luar kebiasaan. Hal ini juga tidak mendasar, apakah soal kemiskinan yang mendera rakyat ini benar-benar di luar kepedulian bapak dan ibu yang mengaku wakil rakyat.

    Ini sangat berbeda dengan jualan yang dimaksudkan ketika masa kampanye dulu. Ada yang mengatakan, “Kalau saya dipilih rakyat sejahtera, bahagia, aman, sentausa, sembako murah.”

    Puiih! Lupa dia. Ketika sudah duduk di gedung mewah dengan segenap fasilitas ekslusif. Sekarang malah menambah gedung baru dengan dana milyaran. Lalu apa gedung itu menjamin anggota dewan tidak bolos lagi kalau ada sidang.

    Heran, sampai lupa dengan rakyat yang kemiskinannya memprihatinkan. Lihat aja yg ngantri sembako di klenteng dan gereja, karena jamaah masjid tak mampu untuk berbagi.

    Tukul aja tahu, kalau kemiskinan dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Begitu amanat Undang Undang Dasar 45.

    Apa nggak sebaiknya kalau dana bikin gedung baru itu diserahkan untuk dhuafa yang selama ini jadi target jualan mereka semasa kampanye.

    Atau supaya tahu sedikit nasib rakyat, kita minta berkenan anggota DPR ikut antere minyak tanah dan sembako. Puiih!

    -6.338232 106.709503
  • Selamat Jalan Bu Ratna

    Pagi ini tak seperti biasa, aku tak bisa datang lebih awal ke LKC. Sepeda motorku kempes di tengah jalan. Alhasil, harus bersabar mencari tukang tambal ban. Maklum masih pagi belum ada yang buka. Aku terus memacu dengan lambat mencari tambal ban yang sudah mulai beroperasi.

    Sampailah pada sebuah tempat yang memang membuka tambal ban. Sebelumnya aku menduga seperti bisa yang menjadi pekerja tukang tambal di sana ialah seorang pemuda atau bapak-bapak. Ternyata aku keliru, yang mengoperasikan tambal ban itu ternyata ibu-ibu seperuh baya.

    Dengan sigap ia memeriksa ban dan membongkarnya. Al hasil, ditemukan dua penyebab ban itu kempes. Pertama, paku yang menusuk dan Kedua, potongan pisau cutter yang menghunjam.

    Si Ibu Sang Penambal ban langsung beraksi membongkar dan menambal, 15 menit kemudian ban tersebut sudah dipasang kembali. Setelah di isi angin, aku pun bisa melanjutkan perjalanan ke LKC dan sampai di LKC sudah pukul 09.30 WIB.

    Sesampai di LKC berbagai tugas rutin sudah menunggu, mulai dari rapat persiapan ifthor jamai sampai pada pengumpulan dokumentasi selama ramadhan. Di sela kesibukan  itulah kabar duka datang, Bu Ratna yang kemarin sempat aku temui di ruang IGD dan tengah sesak napas berat, ternyata sudah tiada. Sore kemarin pukul 18.00 WIB Allau membawa bu Ratna ke pangkuanNya. Bu Ratna sudah tak kuasa lagi melawan penyakit kanker payudaranya yang telah akut.

    Selamat Jalan Bu Ratna semoga senang dan damai  di dalam pelukan ilahi. Amin.

  • Allah Masih Sayang

    Hari ini minggu, berangkat dari rumah pukul 10. Datang ke LKC untuk melanjutkan perjalangan ke Serpong City, guna menghadiri testimoni pasien LKC. Sebelum berangkat terlebih dahulu bersama Sopir LKC menjemput pasien Frizka yang akan menyampaikan testimoninya.

    Setelah menjemput pasien rehat sejenak di LKC, masih menunggu dr. Yahmin yang akan ikut nimbrung bersama kami di ajang testimoni tersebut. Sembari menunggu, saya melakukan visit ke IGD. Di sana menemukan seorang ibu yang sesak napas dan sangat susah napasnya dan selalu dibantu oksigen.

    Diaalah si ibu  yang bernama Ratna, 50 tahun, menderita kanker payudara akut, yang menurut dokter virusnya sudah menyebar ke seluruh organ vital ditubuhnya. Dari sisi medis tidak mungkin lagi di kemo atawa dioperasi. Dulu pun sudah dioperasi dan diangkat payudaranya, tapi setelah operasi tidak pernah dikontrol lagi.

    Ternyata belum tuntas, virusnya berjangkit lagi dan kini sudah bergejolak di dalam tubuh si ibu. Hanya kebesara Allahlah yang dapat menyembuhkannya. Semoga Allah menyembuhkan. Amin.

    Aku menyempatkan diri untuk membacakan beberapa ayat untuk membantu menenangkan perasaan keluarga dan khususnya Bu Ratna agat tabah melalui cobaan dari Allah SWT. Sungguh Allah sangat sayang dengan hambanya yang ditimpakan sakit, karena dengan rasa sakit itu setiap hamba itu semakin dekat pada Allah, setiap rintihan sakitnya semoga menghapuskan dosa, dan setiap rintihan sakit Allah semakin menyayanginya. Amin. Semoga cepat sembuh Bu Ratna. Allah masih sayang.!

  • Senyumnya Bu Samot!

    Bu Samot sebelum dan sesudah aspirasi

    Hari ini aku melihat Bu Samot Binti Said, 63 tahun, seorang nenek yang menderita Tumor di pelipis kiri, tersenyum senang kepadaku. Setiap kali bertemu dia disaat kontrol dan dirawat di LKC selalu tersenyum. Meski ia hanya melihat dengan mata kanan.

    Tapi senyumnya Bu Samot sangat berbeda dengan senyumnya 10 hari yang lalu. Hal itu karena Tumor di pelipis kiri itu sudah dilakukan aspirasi cairan (penyedotan dengan memasukkan slang melalui hidungnya). Alhasil, tumor yang menggayut di pelipis itu sudah kempes. Penyedotan dilakukan minggu lalu di RSCM.

    Menurut warga Kampung Tegal Kadu, Serang Baru, Banten  ini dia merasa senang dengan keluarnya cairan dari pelipis kirinya itu. Kini ia sudah merasa agak ringan, namun mata kirinya belum dapat melihat sempurna karena sudah lima tahun tertutup. Selain itu di bekas pembengkakan itu meninggalkan tulang yang menonjol di bagian pelipisnya, sehingga ia susah untuk sujud (shalat-red).

    “Belum tahu persis bagaimana kondisi tulang itu, karena belum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pemeriksaan itu akan dilakukan dalam satu dan dua hari ini,” jelas Samot.

    Menurut cerita Samot, lima tahun lalu kelopak matanya terasa gatal. Awalnya Samot menduga matanya digigit semut. Karena itu ia menganggap itu adalah gatal biasa. Tapi lama kelamaan rasa gatal itu semakin menjadi-jadi dan diperparah dengan diikuti pembengkakan. Dia coba berobat ke Puskesmas, ke dukun dan ke tabib. Hal hasil tidak ada perkembangan yang berarti. Pembengkakan itu kian hari semakin membesar.

    Saking tak tahan dengan penyakitnya, akhirnya dia meminta kepada keluarga untuk menjual tanah yang mereka punya. Uang hasil dari penjualan tanah tersebut digunakan untuk pengobatannya ke RSCM Jakarta. Di rumah sakit ini, tim dokter menyatakan bengkak yang menutupi mata Samot disebabkan oleh tumor. Untuk itu harus dilakukan operasi atau aspirasi cairan.

    Karena kondisi kemiskinan yang mendera Samot, untuk keperluan operasi itu dia meminta surat miskin ke kepala desa setempat, dan dapatlah meringankan biaya perawatan. Akan tetapi, untuk ongkos bolak balik dia dan keluarga yang mendampingi serta biaya tambahan perawatan, selama 3 bulan berturut-turut, janda tua ini sampai menghabiskan dana lebih dari Rp16 juta yang diambilnya dari hasil penjualan tanahnya.

    Berhasilkah? Alhamdulillah, tumor yang menutupi mata Samot secara perlahan mulai kempes. Mata kirinya dapat melihat kembali. Menurut ceritanya, operasi dilakukan dokter dengan memasukkan slang melalui hidungnya, guna menyedot cairan yang ada di tumor tersebut.

    Sayangnya kesembuhan itu tidak berlangsung lama, berselang 3 bulan kemudian, tumor itu membengkak kembali. Persis seperti awal gejala itu timbul. Kian hari kian membesar. Karena tidak ada lagi harta yang mau dijual, melalui sumbangan anak-anaknya yang berkerja di tempat pembakaran batu bata, dia hanya mampu berobat ke alternatif. Tapi hasilnya tetap nihil.

    Mengingat kenyataan yang ia alami sekarang, agar mata kirinya dapat melihat kembali, agaknya masih menjadi mimpi bagi Samot. Untuk operasi lagi seperti sebelumnya, ia sudah tak mampu menanggung biayanya.

    Hingga pada suatu kali, Allah mempertemukan Samot dengan Merry, ibu lima anak, wartawan salahsatu media cetak di Banten. Merry membawa Samot menjadi member LKC. Sejak saat itu Samot menjadi pasien LKC, hingga sekarang dilakukan aspirasi cairan. Selanjutnya tim dokter LKC akan mengkonsulkan Samot ke dokter ahli tulang untuk mendapatkan saran tindakan lanjutan.

  • Bersama Blogger Baru Ngabuburit

    Hari ini bersama karyawan LKC yang antusias untuk memiliki blog sendiri. Sambil menunggu waktu berbuka, mempelajari satu per satu seluk beluk perblogkan.

    Keasyikan tersendiri menunggu beduk dengan belajar. Wow, antara lapar dan keingin tahuan, bersaing dialam pikiran. Tapi tidak mengapa, asyik juga. Bisa ngebog khan bisa berbagi dengan dunia.

    Pastinya bukan berbagi duit, tapi berbagai pengalaman, misalnya dan berbagi pengetahuan. Yah semoga aja bermanfaat. Selamat ya blogger baru, selamat datang di alam maya.

  • Bersama Calon Blogger, Go Blog!

    Go Blog!, Begitulah tema yang diusut dalam pelatihan karyawan ditempatku berkerja.Semuanya antusias untuk belajar Blog. Niatnya sih berbagi dengan yang lainnya sesuai dengan profesi masing-masing.

    Kalau seorang peneliti, dia ingin bercerita tentang pengalamanya melakukan penelitian. Kalau ia dokter ia pun  senang ingin berbagi tentang ilmu kesehatan, kalau ia seorang funraising ia pun akan bercerita tentang suka dukanya mencari dana untuk kebutuhan sosial. Begitu juga kalau ia seorang Staf SDM ia tertarik pula berbagi dengan bidangnya mengurus SDM.

    Pokoknya GO BLOG, Dech !

  • Sudahkah Kita Kehilangan Nurani? Beberapa waktu lalu di pengadilan Tangerang, janda-janda pahlawan meratap, karena mereka dipidanakan karena tidak mau pindah dari rumah yang sudah ditempatinya berpuluh-puluh tahun, bahkan sejak suami mereka masih hidup dan dielu-elukan sebagai pahlawan bangsa. Dan baru kemarin, kita menyaksikan Satpol PP berupaya menggusur masyarakat China Benteng yang hidup turun temurun di sana dan hari ini [...]
  • Manajemen Suku Minangkabau Dalam berjalannya waktu banyak yang terjadi dalam adat Minangkabau, walaupun sudah digambarkan bahwa adat ini tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. Banyak yang mempertahankan keelokan adat kita ini karena tahu dan banyak pula yang tak acuh lagi karena tidak tahu. Generasi sekarang saja pengetahuan adatnya perlu dipertanyakan, apalagi generasi muda yang akan [...]
  • Membongkar Gurita Cikeas Ong Yuliana : Pokoke saiki (pokoknya sekarang) SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lho Anggodo : Koen ngarang ae! (Kamu ngarang aja nih!) Ong Yuliana : Harus ditegakno, ngarang yo opo sih? (harus ditegakkan, ngarang gimana sih)? Ong Yuliana : Ini Pak SBY ngerti (tahu). SBY mendukung kita. Pembicaraan antara Anggodo Widjojo dan Ong Juliana Gunawan yang berhasil disadap KPK sontak menggegerkan publik [...]
  • Cerita tentang Koin Beberapa hari ini kami disibukkan untuk menghitung koin yang masuk dari berbagai daerah, koin itu sebuah persembahan dari berbagai lapisan mulai yang kaya hingga yang miskin, begitu juga pejabat dan para pemulung, mereka semua menunjukkan kepedulian dan keperihatinan terhadap nasib yang melanda Prita Mulyasari, seorang ibu yang mengeluhkan pelayanan buruk sebuah rumah sakit lewat email [...]
  • 09 09 09 Hari ini 09 09 09 dikatakan sebagai hari yang hoki, setidaknya ada 16 orang bayi yang dipaksa lahir di Jakarta di hari ini. Mereka lahir dioperasi. Di antara yang 16 hanya 2 orang yang lahir normal. Itulah harapan dari seorang orang tua, berharap anaknya selalu hoki karena lahir di 09 09 09. Bagiku yang juga dilahirkan [...]
Next page